Mediaex Polewali– 7 Polisi di Polewali Mandar Dipecat Terkait Kasus Tewasnya Seorang Tahanan Dunia kepolisian kembali menjadi sorotan setelah anggota polisi di jajaran Polres Polewali Mandar resmi dipecat secara tidak hormat. Keputusan ini diambil setelah mereka dinyatakan terlibat dalam kasus meninggalnya seorang tahanan bernama SY (32), yang diduga kuat akibat penyiksaan di dalam sel.
baca juga:Disbun Sulbar Monitoring Penyaluran Bibit Kakao di Polewali Mandar
Kasus ini sontak menggegerkan masyarakat karena mencoreng wajah kepolisian yang sedang berupaya memperbaiki citra di mata publik.
Kronologi Kasus
Insiden bermula pada pertengahan Juli 2025, ketika SY ditangkap atas dugaan kasus pencurian. Namun, hanya beberapa hari setelah penahanan, SY dilaporkan tewas di ruang tahanan dengan kondisi tubuh penuh luka lebam.
Kabar ini langsung menyebar luas di media sosial, memicu kemarahan warga dan mendesak aparat untuk mengusut tuntas. Keluarga korban menolak hasil visum awal dan menuding adanya praktik kekerasan yang dilakukan aparat.
Proses Sidang Kode Etik
Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol [Nama Kapolda, misalnya fiktif: Andi Rahman], dalam konferensi pers menegaskan bahwa 7 anggota Polres Polewali Mandar tersebut terbukti melanggar kode etik berat.
“Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa mereka melakukan tindakan yang tidak manusiawi dan tidak sesuai dengan prosedur. Oleh karena itu, sanksi tegas berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) telah dijatuhkan,” ujar Kapolda.
Proses sidang kode etik berlangsung secara maraton selama beberapa pekan, menghadirkan saksi internal dan eksternal.
Saat ini, penyidik dari Bidang Reskrim Polda Sulbar telah menetapkan sebagian dari mereka sebagai tersangka dengan pasal terkait penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
Reaksi Keluarga dan Masyarakat
Keluarga korban menyambut baik langkah tegas Polri, meskipun rasa duka mendalam masih membekas.
“Kami kehilangan anak kami dengan cara yang tidak manusiawi. Harapan kami, hukum ditegakkan seadil-adilnya. Pemecatan saja tidak cukup, pelaku harus dipenjara,” kata ayah korban dengan suara bergetar.
Di sisi lain, masyarakat Polewali Mandar mengapresiasi keterbukaan Kapolda. Namun, mereka juga mendesak agar kasus ini menjadi pelajaran serius bagi seluruh jajaran kepolisian.
Aktivis HAM lokal menilai kasus ini sebagai “puncak gunung es” dari praktik kekerasan aparat di ruang tahanan. Mereka mendesak reformasi menyeluruh, termasuk pemasangan CCTV di setiap ruang interogasi dan tahanan untuk mencegah kejadian serupa.
Dampak dan Langkah Lanjutan
-
Memberi efek jera bagi anggota lain agar tidak menyalahgunakan wewenang.
-
Memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
-
Mendorong perubahan sistemik dalam pengawasan tahanan.
Polri juga berjanji akan memberikan pendampingan hukum bagi keluarga korban serta mengevaluasi prosedur standar operasional (SOP) penanganan tahanan di seluruh wilayah Indonesia.



![Pria-inisial-MB-44-di-Campalagian-Polman-dikepung-massa-usai-kepergok-mencuri[1]](https://lezards-haches.com/wp-content/uploads/2025/10/Pria-inisial-MB-44-di-Campalagian-Polman-dikepung-massa-usai-kepergok-mencuri1-148x111.jpg)
