Mediaex Polewali – Disbun Sulbar Monitoring Penyaluran Bibit Kakao di Polewali Mandar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Sulbar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas perkebunan kakao yang menjadi komoditas unggulan daerah. Pada Jumat (13/9), tim Disbun Sulbar melakukan monitoring langsung penyaluran bibit kakao di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Kegiatan ini bertujuan memastikan bibit yang disalurkan benar-benar sesuai standar, tepat sasaran, serta diterima oleh kelompok tani yang berhak.
baca juga:TNI Sebut Kopda FH Terima Sejumlah Uang di Kasus Penculikan Kacab Bank
Kakao, Komoditas Strategis Sulbar
Kakao sejak lama dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan Sulawesi Barat, khususnya di Polewali Mandar. Daerah ini menjadi lumbung produksi kakao yang tidak hanya menopang perekonomian petani, tetapi juga menyumbang devisa negara melalui ekspor.
Kepala Disbun Sulbar menyampaikan bahwa peningkatan kualitas bibit merupakan salah satu kunci memperbaiki produktivitas kakao yang sempat menurun akibat faktor usia tanaman dan serangan hama penyakit.
“Kalau petani punya bibit unggul, hasil panen bisa meningkat, pendapatan pun ikut naik. Jadi kami ingin memastikan tidak ada bibit yang asal-asalan masuk ke lahan petani,” tegasnya.
Proses Monitoring
Dalam kegiatan monitoring, tim Disbun Sulbar turun langsung ke sejumlah desa di Polewali Mandar untuk mengecek:
-
Kondisi bibit sebelum ditanam, termasuk kesehatan dan kualitas batang.
-
Distribusi bibit agar tepat sasaran sesuai data kelompok tani penerima.
-
Pendampingan teknis, memberikan penjelasan cara tanam dan perawatan awal.
Hasil monitoring awal menunjukkan bahwa sebagian besar bibit yang disalurkan dalam kondisi baik. Namun, tim juga memberikan catatan agar petani memperhatikan penanaman sesuai musim hujan untuk memaksimalkan tingkat hidup bibit.
Antusiasme Petani
Para petani menyambut baik program ini. Salah satu petani kakao di Kecamatan Binuang, Syamsuddin (45), mengatakan bantuan bibit sangat membantu mereka yang lahannya sudah banyak ditumbuhi tanaman tua.
“Sudah lama kami berharap ada peremajaan. Bibit yang baru ini kualitasnya lebih bagus, katanya bisa tahan hama. Mudah-mudahan hasilnya nanti lebih baik,” ujarnya.
Harapan Disbun Sulbar
Kepala Bidang Produksi Disbun Sulbar menambahkan bahwa program bantuan bibit kakao bukan hanya soal distribusi, tetapi juga bagian dari program jangka panjang revitalisasi kakao.
“Kami ingin Sulbar kembali berjaya sebagai salah satu daerah penghasil kakao terbaik di Indonesia
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga mendukung penuh upaya ini.




![Pria-inisial-MB-44-di-Campalagian-Polman-dikepung-massa-usai-kepergok-mencuri[1]](https://lezards-haches.com/wp-content/uploads/2025/10/Pria-inisial-MB-44-di-Campalagian-Polman-dikepung-massa-usai-kepergok-mencuri1-148x111.jpg)
