Keluarga Pria Tewas Ditembak di Polman Minta 4 Tersangka Dihukum Mati

oleh -680 Dilihat
oleh

Mediaex Polewali – Keluarga Husain (35), pria yang tewas ditembak di dalam mobilnya di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mendesak agar keempat tersangka dijatuhi hukuman maksimal, bahkan meminta hukuman mati bagi para pelaku.

Adik korban, Zahra, menyampaikan permintaan tersebut kepada wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (26/10/2025). “Diberikan hukuman setimpal, kalau bisa hukuman mati. Saya tidak mau kalau hanya dihukum dua puluh sampai tiga puluh tahun, harus seberat-beratnya,” ujar Zahra dengan nada tegas.

Menurut Zahra, keempat tersangka diketahui berasal dari Desa Sabang Subik, Kecamatan Balanipa. Dua di antaranya, berinisial DR dan AF, bahkan merupakan kakak beradik. “Kami mengenal mereka secara pribadi, dan ini membuat luka kami sebagai keluarga semakin dalam,” tambah Zahra.

Keluarga Husain berharap proses hukum terhadap para pelaku berjalan cepat dan transparan. Mereka menekankan bahwa keadilan harus ditegakkan demi memberikan efek jera bagi siapa pun yang mencoba melakukan kekerasan bersenjata di wilayah Polman. Zahra juga meminta aparat kepolisian dan jaksa menuntut para tersangka sesuai perbuatan mereka, sehingga tidak ada kesan perlindungan hukum terhadap pelaku kejahatan serius.

Kasus ini menjadi sorotan publik di Sulawesi Barat, karena menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan dan penegakan hukum. Polisi sebelumnya telah menahan keempat tersangka dan melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif penembakan. Aparat juga memastikan seluruh bukti, termasuk senjata api yang digunakan, diamankan dan akan dijadikan dasar tuntutan hukum.

Selain tuntutan hukum, masyarakat setempat turut menyoroti pentingnya keamanan di Kabupaten Polman, terutama dalam menghadapi kasus-kasus kekerasan bersenjata yang belakangan meningkat. Forum warga, tokoh adat, dan tokoh masyarakat mendorong pemerintah daerah bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali.

“Ini bukan hanya soal keluarga kami, tapi juga keamanan masyarakat secara luas. Kami berharap pemerintah daerah bisa memperkuat patroli dan pengawasan, serta memberikan edukasi hukum agar masyarakat paham konsekuensi hukum bagi pelaku kriminal,” ujar Zahra.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung, dengan kepolisian Polman memastikan bahwa semua tersangka akan diproses sesuai hukum yang berlaku, dengan mengacu pada KUHP dan Undang-Undang Darurat tentang senjata api. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap tindak kriminal bersenjata di Sulawesi Barat.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.