Mediaex Polewali – TNI Sebut Kopda FH Terima Sejumlah Uang di Kasus Penculikan Kacab Bank Kasus penculikan kepala cabang (kacab) sebuah bank di wilayah Jakarta Selatan memasuki babak baru. Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui pernyataan resminya menyebut bahwa salah satu prajurit aktif, Kopda FH, diduga menerima sejumlah uang terkait peristiwa tersebut. Informasi ini membuka fakta mengejutkan dan memperkuat dugaan adanya keterlibatan oknum aparat dalam kejahatan terencana.
Baca Juga:Tak Hanya Belajar Formal, Siswa Sekolah Rakyat Polman Ditempa Pendidikan Karakter di Malam Hari
Kronologi Kasus Penculikan
Kasus bermula ketika seorang kacab bank berinisial AS dilaporkan hilang pada akhir Agustus lalu. Setelah dilakukan pencarian intensif, polisi menemukan AS dalam keadaan lemah di sebuah rumah kontrakan di Depok. Ia disebut sempat disekap dan dipaksa menyerahkan akses keuangan bank yang dipimpinnya.
Investigasi yang dilakukan polisi bersama POM TNI menemukan indikasi kuat bahwa penculikan ini bukan hanya dilakukan oleh kelompok sipil, tetapi juga melibatkan seorang prajurit aktif.
TNI Beberkan Peran Kopda FH
Kepala Pusat Penerangan TNI menegaskan bahwa penyelidikan internal menemukan fakta awal: Kopda FH bukan hanya mengetahui aksi penculikan, tetapi juga menerima sejumlah uang hasil kejahatan tersebut.
“Dari keterangan saksi dan bukti transaksi, kami mendapati adanya aliran dana yang diterima oleh Kopda FH. Ini akan kami dalami untuk memastikan jumlah, sumber, dan motif penerimaan uang tersebut,” ujar seorang pejabat TNI, Sabtu (14/9).
TNI menegaskan sikap tegas bahwa setiap prajurit yang terlibat tindak pidana akan diproses sesuai hukum yang berlaku, baik melalui jalur militer maupun peradilan umum jika terbukti bersalah.
Dugaan Motif dan Jaringan
Selain itu, polisi masih menelusuri dugaan adanya jaringan yang lebih luas di balik aksi penculikan ini.
Reaksi Publik dan Pengamat
Keterlibatan oknum TNI dalam kasus kriminal semacam ini memicu keprihatinan publik.
“Kalau ada bukti Kopda FH menerima uang hasil penculikan, itu bukan lagi soal individu, tetapi menyangkut marwah TNI. Publik ingin melihat proses hukum berjalan tanpa kompromi,” tegasnya.
Nasib Kopda FH
Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman berat, mulai dari pemecatan tidak hormat hingga hukuman penjara.
“TNI tidak akan melindungi oknum. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan rakyat,” ujar pejabat Puspen TNI.
Penutup
Kasus penculikan kacab bank yang menyeret nama Kopda FH menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun TNI.
Publik kini menunggu keberanian TNI dalam mengusut kasus ini secara terbuka. Bagi keluarga korban dan masyarakat luas, keadilan hanya akan benar-benar terasa jika semua pihak yang terlibat, tanpa terkecuali, mendapat hukuman setimpal.




![Pria-inisial-MB-44-di-Campalagian-Polman-dikepung-massa-usai-kepergok-mencuri[1]](https://lezards-haches.com/wp-content/uploads/2025/10/Pria-inisial-MB-44-di-Campalagian-Polman-dikepung-massa-usai-kepergok-mencuri1-148x111.jpg)
